PMB 2017 UIN Suska Terima 5.000 Mahasiswa dari Enam Jalur Masuk

PMB 2017 UIN Suska Terima 5.000 Mahasiswa dari Enam Jalur Masuk

gagasanonline.com: Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2017 UIN Suska Riau menerima 5.000 mahasiswa baru dari jalur dari enam jalur yang disediakan oleh UIN Suska untuk mahasiswa baru. Jalur tersebut terdiri dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Penelusuran Bibit Unggul Daerah(PBUD), Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri(SPAN PTKIN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri(SBMPTN),Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN), Ujian masuk jalur mandiri (UMJM).

Menurut Rektor UIN Suska, Prof Munzir Hitami  tidak ada penambahan kuota PMB pada tahun 2017. Hal ini terjadi karena kapasitas yang ada tidak memadai untuk melakukan penambahan jumlah mahasiswa baru.

“Karena ruang kelas kita tidak ada penambahan,” Ujar Munzir saat dijumpai diruang kerjanya, Rektorat Lantai IV, Selasa (02/05/2017).

Munzir mengatakan, untuk jurusan yang disediakan bagi mahasiswa tidak ada penambahan jumlah jurusan. Namun ada jurusan yang ditutup untuk penerimaan mahsiswa baru. Jurusan untuk setara Diploma(D)3 untuk penerimaan mahasiswa baru.

“Hanya D3 yang kita tutup. Sebab, D3 itukan dikhususkan untuk langsung kerja, bukan seperti sekarang kebanyakan lanjut S1,” Katanya.

Untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT), pada tahun ini digunakan aturan yang baru. Akan ada lima pembagian UKT sesuai peraturan Kementerian Agama (Kemenag) 2017. Mulai UKT 1 antara 0 hingga Rp. 400.000, UKT 2 Rp. 825.000 hingga Rp 1.075.000, UKT 3 Rp 1.650.000 sampai Rp. 2.500.000, UKT IV Rp. 2.800.000 hingga Rp. 4.000.000, UKT V Rp 3.220.000 sampai Rp.4.600.000 dan penerima Bidikmisi Rp. 2.400.000.Untuk penentuan golongan UKT, masih sama dengan sebelumnya, menggunakan sistem yang terintegrasi.

Munzir berharap, calon mahasiswa baru tahun ini jujur dalam pengisian borang UKT. Ia berharap tidak adanya kecurangan ataupun pemalsuan data agar sesuai dengan kemampuan sebenarnya.

“Jangan rumah bagus, di foto rumah orang lain yang jelek,” Tutupnya.

Penulis : Andri Yansyah**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *