Bertualang di Ujung Barat Indonesia

Bertualang di Ujung Barat Indonesia

Kota Sabang adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota ini berupa kepulauan di seberang utara pulau Sumatra, dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesar. Sebagai kota paling barat di Indonesia, Sabang menawarkan banyak kegiatan seru untuk wisatawan. Selain terkenal dengan kopinya yang nikmat, Aceh juga menawarkan pulau-pulau yang mampu membius mata pengunjungnya.

Penulis : Ayuni Eriza

gagasanonline.com :18 November 2016, peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PJTLN) diberi kesempatan untuk menjajal beberapa tempat wisata di Sabang. Kegiatan ini ditaja oleh Unit Kegiatan Kampus (UKM) Pers DETak Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) dengan tema “Jurnalisme Wisata”. Kesempatan ini kami gunakan untuk mengeksplor pulau paling barat di Indonesia.

Untuk sampai ke Sabang, dari Banda Aceh kami harus menyebrang  melalui Pelabuhan Ulee Lheu. Jarak yang di tempuh dari Asrama Kompas, tempat kami menginap ke pelabuhan sekitar setengah jam.

Banyak transportasi yang ada di Banda Aceh itu. Seperti labi – labi (angkot khas di Aceh), damri ataupun becak motor. Tapi yang sering di temui ketika lagi di Banda Aceh adalah labi – labi. Perjalanan menuju Sabang memakan waktu kurang lebih dua jam menggunakan kapal feri, dan butuh waktu 45 menit jika menggunakan kapal cepat. Dalam sehari ada tiga feri yang berlayar dari pelabuhan Ulee-Lheue (Banda Aceh) menuju Pelabuhan Balohan.

Kapal yang kami tumpangi ini adalah kapal feri penyebrangan. Kapal ini bisa mengangkut sepeda motor, mobil pribadi, ataupun truk pengangkut pasir. Terdapat juga para pedagang yang menjajakan makanannya di atas kapal. Di kapal, para penumpang bebas memilih tempat duduk. Ada yang memilih indoor (dalam ruangan) ataupun outdoor (luar ruangan).Belum sampai di Pulau Weh para wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan pulau-pulau yang kami lewati sepanjang perjalanan.

Sesampainya di Pelabuhan Balohan, wisatawan akan disambut dengan sebuah papan selamat datang, tanda bahwa kaki sudah menginjakkan tanah di pulau di ujung negeri ini. Sebuah truk menunggu kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Wisma Zahira di Pantai Kasih.

Setelah beristirahat sejenak dan makan siang, kami berangkat menuju salah satu lokasi wisata yang cukup tenar di pulau ini, Tugu Titik Nol Kilometer. Untuk sampai ke sana butuh waktu kurang lebih satu jam perjalanan dengan jalan yang berkelok-kelok. Namun, selama perjalanan wisatawan bisa mengatasi rasa bosan dengan suguhan pemandangan khas Pulau Weh yang memanjakan mata.

Tugu Nol Kilometer  merupakan sebuah tugu penanda ujung kedaulatan negeri ini. Tugu setingginya sekitar 43,6 meter, dan diresmikan 20 tahun silam ini, menjadi destinasi yang diburu wisatawan. Jika anda datang ke Sabang, wajib rasanya untuk berfoto dan berkunjung ke sini. Selain itu, dengan melintasi tugu ini, wisatawan akan mendapat sertifikat sebagai Pelintas Ujung Barat Indonesia. Tentu saja dengan menyebutkan nama dan membayar biaya administrasi.

Perjalanan dilanjutkan ke Pantai Iboih dan Pulau Rubiah yang letaknya saling berhadapan. Pulau Rubiah terkenal dengan wisata bawah lautnya, keindahan bahari Aceh memang tiada matinya. Pulau Rubiah bak aquarium besar ciptaan Tuhan dengan keindahan yang cukup membuat wisatawan berdecak kagum.

Jernihnya air dan terumbu karang yang terjaga menjadi tempat ini sebagai lokasi snorkeling bagi para pelancong. Terlihat dengan jelas ketika snorkeling, beragam ikan seperti Ikan Bendera, Kepe-kepe, Botana Biru, Sersan dan Kerapu yang sedang berenang kesana-kemari di sela-sela terumbu karang..
Noval Hasan, salah satu peserta PJTLN mengatakan bahwa Sabang memiliki tempat yang indah dan menarik. “ Tempat disini bagus, dan juga banyak pilihan tempat wisatanya,” ungkapnya. Dia juga berharap bahwa dia dapat menjajakan  kakinya lagi di Sabang bersama peserta PJTLN suatu hari nanti.

Hari berganti, malam pun tiba. Namun Sabang masih belum berhenti menebarkan pesonanya. Malam di Sabang, sangat nikmat sebagai ajang berkumpul bersama sambil sekedar membakar jagung menghabiskan hari. Suasana pada malam hari di Sabang sangatlah indah. Banyak pelancong yang menikmati indahnya malam hari di tepi pantai dengan duduk-duduk santai.

Selain ketiga destinasi diatas, pulau kecil ini juga masih banyak lokasi pariwisata yang tak kalah indahnya. Salah satunya Pantai Sumur Tiga yang punya panorama laut tiga warna, hijau, biru, dan biru gelap. Di pulau ini juga ada Bunker Jepang yang banyak menyimpan sejarah ketika di masa penjajahan dulu. Nah, bagi pembaca yang hobi travelling, Sabang bisa dimasukkan dalam list  destinasi trip kedepannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *