Gubri: Kekayaan Alam Riau Belum Dimiliki Orang Riau

Gubri: Kekayaan Alam Riau Belum Dimiliki Orang Riau

gagasanonline.com — Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengungkapkan bahwa masih banyak penduduk Riau yang belum menikmati kekayaan alam Riau atau hidup di bawah garis kemiskinan. Ini disebabkan karena masih rendahnya kualitas sumber daya manusia penduduk Riau yang berkelindan dengan rendahnya kemampuan mengelola sumber daya alam secara mandiri.

“Riau kaya, itu betul, tapi belum dimiliki orang Riau,” ungkap Gubri saat membuka acara kegiatan pembinaan akademik bagi mahasiswa UIN Suska Riau penerima beasiswa Dinas Pendidikan Provinsi Riau di gedung Islamic Center UIN Suska Riau, Rabu 1 Maret 2017.

Pada acara yang sekaligus seminar bertema “Kebijakan Pemprov Riau di Bidang Pendidikan”, Gubri mengatakan bahwa peningkatan SDM menjadi pembangunan strategis untuk Riau. Sedangkan pendidikanlah sebagai pendongkraknya. Oleh karena itu, Gubri menekankan perlu evaluasi dan pembenahan guna meningkatkan pembangunan dan anggaran pendapatan belanja daerah Provinsi Riau.

Untuk itu, semua stake holder di segala bidang, harus bekerja keras guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Riau serta untuk mencapai visi Riau 2020 yakni menjadi pusat perekonomian dan kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin di Asia Tenggara.

“Melihat potensi alam yang sangat mendukung, mutu pendidikan masyarakat perlu ditingkatkan agar bisa mengelola sumber daya yang ada,” kata Gubri.

Lebih lanjut, Gubri menyebutkan, Pemprov Riau sedang mencari potensi-potensi baru. Saat ini Pemprov Riau mulai mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang niscaya akan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama masyarakat menengah ke bawah. Selain itu, kata Gubri, Pemprov Riau jua berupaya meningkatkan produk domestik regional bruto Riau, yang kini berada di posisi ke lima di Indonesia.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Riau dan angka pengangguran serta kemiskinan dari tahun ke tahun mengalami fluktuatif. Tapi setidaknya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, tingkat kemiskinan Riau per September 2016 mengalami penurunan dibanding periode tahun 2015. Per September 2016 lalu, penduduk Riau yang berada di bawah garis kemiskinan sebanyak 501,5 ribu jiwa, 7,67 persen dari total jumlah penduduk Riau. Sedangkan di September 2015, jumlahnya mencapai 562,9 ribu jiwa.

Pada kesempatan itu, Andi Rachman, sapaan akrabnya, mengatakan pemerintah Provinsi Riau menaruh perhatian yang sangat tinggi di bidang pendidikan karena ini menentukan kualitas SDM, dengan memberikan dorongan bagi peserta didik dan pengajar agar lebih mengutamakan kualitas belajar guna meningkatkan mutu SDM untuk ke depannya.

Upaya memberantas kebodohan dan kemiskinan terus dilakukan Pemprov Riau. Karena sejatinya Riau sebagai provinsi kaya mestinya juga berbanding lurus dengan kondisi kesejahteraan penduduknya, bukan justru mengalami anomali ekonomi berkepanjangan—jumlah penduduk miskin masih terbilang tinggi di Riau, kondisi ini bagaikan ayam mati di lumbung padi.

Andi berharap UIN Suska Riau, sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan, menghasilkan lulusan berkualitas serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan. “Semakin lama semakin baik dan ditingkatkan prestasinya,” tambahnya.

Penulis: Kiki Mardianti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *