BEM Fekonsos Kembali Klarifikasi Terkait “Coffee Morning”

BEM Fekonsos Kembali Klarifikasi Terkait "Coffee Morning"

gagasan-online.com–Wakil Ketua BEM Fekonsos, Andira Rahman membantah tuduhan pihak lain yang
mengatakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mahasiswa di acara
“Coffee Morning” 21 Desember lalu telah dikonsepkan atau ditentukan
sesuai keinginan pihak tertentu. Andira mengatakan, 10 pertanyaan yang
diajukan mahasiswa Fekonsos di sesi pertama merupakan rangkuman dari
keluhan mahasiswa.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah
ditampung ketika registrasi sebelum acara dimulai. Pertanyaan-pertanyaan
itu terkait masalah di Fekonsos yang akan dijawab oleh pejabat fakultas
sesuai bidang masing-masing.

“Pertanyaan-pertanyaan di sesi
pertama pada acara pembukaan, nantinya dilanjutkan sesi tanya jawab yang
akan dijawab langsung oleh pejabat fakultas pada sesi ketiga,”
jelasnya, Jumat 23 Desember 2016.

Di sesi awal, Ketua BEM Fekonsos Muhammad Kowi
memulai dengan pembukaan pertama menyampaikan proker BEM Fekonsos.
Kemudian dilanjutkan memaparkan secara umum permasalahan yang ada di
Fekonsos.

Ketika Dekan menjawab 10 pertanyaan itu dengan
panjang lebar Ikhwansyah keluar dari forum ketika belum sampai di sesi
tanya jawab. Lalu ia menulis di media sosialnya bahwa acara itu setingan
dan acara tipu-tipu. Di postingannya itu ia menandai pejabat-pejabat di
lingkungan UIN Suska Riau.

Ketika acara berlangsung,
Ikhwansyah dipanggil untuk mengklarifikasi yang ditulis di media
sosialnya. Namun Ikhwansyah tak berada di dalam forum diskusi saat itu.
“Ikhwansyah tak mengikuti acara ketika Dekan bicara. Ketika tanya jawab
dia tak di tempat,” jelasnya.

Tak lama setelah itu beberapa
dosen dan mahasiswa yang merasa tersinggung atas pernyataan Ikhwansyah
di media sosial, menemui Ikhwansyah menanyakan maksud pernyataannya
tersebut.

Lebih lanjut Andira mengatakan, ketika terjadi perselihan antara Ikhwansyah dengan dosen, pihak BEM berupaya melerai.

Menurut
Andira tidak benar adanya pemukulan dan penyeretan terhadap Ikhwansyah.
“Untuk menenangkan situasi supaya tidak terjadi keributan maka para
dosen membawa Ikhwansyah ke ruang senat Fekonsos. Di ruang senat saya
tidak tahu apa yang terjadi,” terangnya.

Andira mengatakan,
sejauh ini tidak ada keluhan dari mahasiswa terkait acara dialog
bertajauk “Coffee Morning” yang diselenggarakan BEM Fekonsos 21 Desember
lalu. “Mahasiswa puas karena pertanyaan mereka terjawab,” ungkapnya.

Penulis: Ika Piyasta dan Irna Deviana

www.gagasan-online.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.